Begini Cara Penyebaran Virus Zika ...
Pada 2016 yang lalu informasi mengenai virus Zika yang 'mengamuk' di Amerika Tengah dan Selatan menjadi topik hangat akibat keberadaan virus tersebut.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Nyamuk jenis Aedes Aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Meskipun saat ini virus Zika sudah jarang terdengar namun tidak ada salahnya untuk mengetahui gejala virus Zika, cara penularan dan pencegahan.
Pasalnya, para ilmuwan melaporkan bahwa dari 70 anak-anak dengan microcephaly Zika bisa menimbulkan gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kerusakan telinga bagian dalam atau kerusakan saraf yang menghubungkan telinga ke otak. Selain itu, pada beberapa kasus Zika dilaporkan terjadi komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang yang berlangsung 2-7 hari.
Bagi siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui ada virus Zika memiliki risiko terinfeksi. Namun tidak semua orang yang terinfeksi virus Zika menunjukkan gejala. Hanya satu di antara lima orang yang menunjukkan gejala.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui gejala virus Zika, cara penularan dan pencegahan, sebagai langkah antisipasi. Anda pun juga bisa mengedukasi kepada kerabat mengenai gejala virus Zika
1. Gigitan nyamuk
Virus Zika dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk mengambil dan membawa virus Zika dari manusia yang telah terinfeksi virus tersebut. Kemudian melalui gigitannya menyebarkan virus Zika pada manusia yang belum terinfeksi
Nyamuk ini senang bertelur di air bersih yang tergenang, seperti genangan air hujan di jalanan, di pot bunga, dan bak air di kamar mandi. Nyamuk ini umumnya menggigit manusia pada siang hari, baik di dalam maupun di luar ruangan.
2. Ibu ke janin dalam kandungan
Ibu yang sudah terinfeksi oleh virus Zika dapat menularkan pada bayi saat melahirkan. Infeksi virus zika pada ibu hamil diduga berkaitan erat dengan peningkatan risiko cacat janin mikrosefali atau kepala dan otak yang kecil
Namun, saat ini belum ada kasus virus zika yang menular dari ibu yang menyusui bayinya, sehingga ibu yang terinfeksi virus Zika masih bisa menyusui bayinya.
3. Hubungan seksual
Hubungan seksual bisa menjadi sarana penularan virus ini. Center for Disease Control and Prevention (CDC) telah mempublikasikan bahwa virus Zika ditemukan pada cairan tubuh manusia yaitu pada air mani, cairan vagina, air seni, dan darah.
Namun, di antara semua cairan tersebut, virus Zika bertahan paling lama pada air mani. Oleh karena itu, berhati-hati jika Anda akan melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual menjadi salah satu cara penularan virus ini.

Comments
Post a Comment